Selasa, 14 November 2017

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA-PENELITIAN (PKM-P)


PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

MEMANFAATKAN  UMBI TALAS MENJADI  TEPUNG TERMODIFIKASI UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KAUMREJO KEC. NGANTANG


BIDANG KEGIATAN :
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA-PENELITIAN (PKM-P)

Description: Copy of unitri warna








DIUSULKAN OLEH :
                                    PASKALIS SANDRI UWONG      2015120048
                                    LEOPOLDUS WAE                        2015120121
                                    YOPI TROFIANA GANA              2015120072



FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2017












HALAMAN PENGESAHAN

1.
 Judul Kegiatan
:Memanfaatkan Umbi Talas Menjadi Tepung Termodifikasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kaumrejo Kec. Ngantang.
2.
Bidang Kegiatan
: PKM-P
3.
Ketua Pelaksana Kegiatan;



a. Nama Lengkap
: Paskalis Sandri Uwong


b. NIM
: 2015120048


c. Fakultas/Prodi
: Ekonomi / Manajemen


d.Universitas /Institut/Politeknik
: Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang


e.Alamat Rumah dan No.Telp/Hp
: Jln. Tlogo Suryo Gang 1 N0 15
   082116129531


f. Alamat Email
4
 Angota pelaksana kegiatan/penulis
: 3  Orang
5.  
Dosen Pendamping

     

a. Nama Lengkap dan Gelar
: Rizki Aprilia Susanti, SE.MM


b. NIDN
: -


c.Alamat Rumah dan No.Telp/Hp   
: Malang (085649766931)
6.
Biaya Kegiatan Total



a. DIKTI
: 7.000.000


b. Sumber lain
: Tidak Ada
7.
Jangka Waktu Pelaksanaan
: 4 (Empat) Bulan

        Malang, 15 Desember 2017
Menyetujui,
Ketua Program Studi  Manajemen                                                         Ketua Pelaksana
                                                                                                                       
                                                                                               


 (Warter Agustim, SE., MM)                                                              (Paskalis S. Uwong)
                                                                                  


Dosen Pembimbing





(Rizki Aprilia Susanti, SE.,MM)
RINGKASAN

            Tepung talas termodifikasi diharapkan dapat mensubsitusikan  tepung terigu untuk industri pangan berbasis tepung. Namun, kondisi proses produksi tepung talas termodifikasi secara fermentasi belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menentukan metode dan waktu fermentasi yang optimal untuk memproduksi tepung talas termodifikasi. Kebanyakan sisa umbi talas yang tidak dijual dijadikan olahan makanan ringan seperti kripik dan lainnya. Umbi talas jika diaplikasikan dalam bentuk aneka makanan yang masih bernilai rendah untuk memaksimalkan pemanfaatan umbi talas, penulis mengangkat suatu gagasan yaitu Memanfaatkan umbi talas menjadi tepung termodifikasi untuk pemberdayaan masyarakat desa Kaumrejo. Dengan sentuhan teknologi dan inovasi serta kratifitas diharapkan tepung umbi talas dapat memberikan peluang pengembangan yang menyehatkan dan diminati masyarakat. Memaksimalkan pemanfaatan umbi talas menjadi tepung termodifikasi akan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi di Desa Kaumrejo.

Kata kunci : Pemberdayaan masyarakat Desa Kaumrejo dengan memanfaatkan umbi talas menjadi tepung termodifikasi.



















DAFTAR ISI


Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ……………………………...........................
i
RINGKASAN ………………. ……………………………………...........
ii
DAFTAR ISI ……………………………………………….......................
iii
DAFTAR TABEL.......................................................................................
iv



BAB I
PENDAHULUAN



1.1
Latar Belakang Masalah....................................................
1

1.2
Rumusan Masalah.............................................................
2

1.3
Tujuan...............................................................................
3

1.4
Luaran Yang Diharapkan..................................................
3

1.5
 Manfaat.............................................................................
3




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA..........................................................
4




BAB III
METODE PELAKSANAAN



3.1
Tempat Pelaksanaan PKM-P.............................................
5

3.2

Metode Yang Digunakan Dalam PKM-P..........................

5

BAB IV
 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN



4.1
Anggaran Biaya................................................................
8

4.2
Jadwal Kegiatan...............................................................
9

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………........

LAMPIRAN…………………………………………………………........

10

11



DAFTAR TABEL
  Halaman
TABEL

1.
Tabel 2.1 Rringkasan Anggaran Biaya......................................................
22


2.
Tabel 2.2 Jadwal Kegiatan PKM...............................................................
22






































BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
      Kecukupan pangan di Indonesia secara mandiri masih merupakan masalah serius yang harus kita hadapi saat ini dan masa yang akan datang. Bahan pokok utama masih bertumpu pada beras. Meskipun di beberapa daerah sebagian kecil penduduk mengkonsumsi pangan pokok non beras seperti jagung atau komoditi lainnya ( singkong ). Kecenderungan saat ini adalah masih banyak masyarakat beralih ke bahan pangan beras bahkan terigu yang bukan komuditi pangan local tetapi merupakan bahan pangan impor, sehingga persoalan kecukupan pangan dan ketahanan pangan sangat rendah. Hal demikian menjadikan perubahan atau pergeseran  pola komsumsi pangan pokok bagi masyarakat Indonesia sacara keseluruhan dan berkelanjutan. Progam ketahanan pangan diharapkan mampu menyediakan pangan yang memadahi dari segi jumlah maupun mutunya bagi masyarakat, khususnya bahan pangan pokok local sumber karbohidrat atau kalori. Ketergantungan penggunaan tepung terigu untuk industri pangan, salah satunya dapat diatasi dengan memanfaatkan tepung berbahan baku lokal, diantaranya adalah tepung talas (Colocasia esculenta,  L. Schott). Namun, masih ada keterbatasan penggunaan tepung dari umbi-umbian untuk menggantikan tepung terigu, dikarenakan kandungan seratnya yang tinggi yang akan mempengaruhi proses pembentukan adonan. Oleh sebab itu diperlukan sosialisasi dan penggalakan progam pemanfaatan pangan local yang beraneka ragam bagi masyarakat dalam upaya mencapai ketahanan pangan dan atau swasembada pangan yang sebenarnya (bukan hanya swasembada beras). Pengenalan pangan lokal terlebih dahulu dilakukan di pedesaan karena penulis yakin gerakan pemerintah akan berhasil apabila dimulai dari yang kecil yaitu pedesaan. Di sini kami membidik desa kaumrejo kecamatan gantang, karena didesa tersebut banyak sekali penghasil umbi-umbian seperti  umbi talas, umbi jalar dan singkong. Selama ini umbi-umbian tersebut hanya digunakan untuk pakan ternak, dibuat kripik, dan ada juga  yang dijual segar.
      Disini kami memiliki ide untuk memperkenalkan pembuatan tepung termodifikasi dari umbi talas kepada masyarakat desa kaumrejo kecamatan gantang dimana nantinya masyarakat desa kaumrejo dapat memanfaatkan umbi talas menjadi tepung yang telah dimodifikasi sehingga mengurangi karbohidrat atau kalori yang terdapat didalam talas itu sendiri. Dan tepung talas yang telah termodifikasi dapat digunakan bermacam-macam olahan makanan, mulai dari pembuatan donat, bronis, puding dan olahan makanan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan talas yang mempunyai nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.
1.2.Rumusan Masalah
   Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah ‘Memanfaatkan Umbi Talas Menjadi Tepung Termodifikasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kaumrejo Kec. Ngantang’  dapat dirumuskan pertanyaan sebagai berikut :
1)      Bagaimana cara bapak/ibu memanfaatkan umbi talas di desa Kaumrejo ?
2)      Bagaimanakah cara bapak/ibu mengolah talas menjadi bahan olahan makanan yang bisa memilik nilai jual ekonomis ?
3)      Bagaimanakah  pendapat bapak/ibu tentang tepung termodifikasi ?
1.3.Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari PKM-P ini adalah :
1)      Mengetahui memanfaatkan umbi talas di desa Kaumrejo.
2)      Mengetahui mengolah talas menjadi bahan olahan makanan yang bisa memilik nilai jual ekonomis.
3)      Mengetahui seberapa besar pengetahuan masyarakat desa Kaumrejo tentang tepung termodifikasi.
1.4.Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1)      Dapat menemukan hubungan sebab- akibat yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat desa Kaumrejo.
2)      Dapat menjadi referensi di kemudian hari untuk penelitian mengenai tepung termodifikasi dari umbi talas.
3)      Dapat dijadikan sebagai peluang usaha/bisnis bagi desa Kaumrejo.
1.5.Manfaat
PKM ini akan membawa manfaat bagi banyak orang dan instansi diantaranya:
1)      Memberi pengetahuan dan manfaat kepada desa kaumrejo tentang pengolahan tepung termodifikasi.
2)      Menambah pengatuhan dan wawasan dalam pembuatan tepung termodifikas dari talas yang nantinya dapat membuka usaha.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Apabila umbi talas tersebut tidak terjual, kebanyakan para petani mengolah pangan mengelola hasil pertanian khususnya umbi talas menjadi olahan makanan ringan seperti direbus, di jadikan kripik, dan masih memiliki sifat-sifat yang ada pada umbi talas tersebut seperti bau dan cita rasa khas umbi talas masih kuat, walaupun umbi talas di jadikan tepung tanpa adanya dimodifikasi akan mengalami perbedaan pada warna tepung yang agak kusam, kurang lembut serta mudah apek dan masih sedikit gatal karena kandungan yang terdapat didalam talas tesebut masih belum hilang tanpa melalui modifikasi . Mereka belum mengenal pengolahan tepung umbi talas selain tepung gaplek dari singkong atau Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour).  Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dalam bahasa Indonesia disebut Tepung Singkong Dimodifikasi, dikatakan sebagai Proses Modifikasi sebab pada pembuatan  Mocaf dilakukan proses khusus yang disebut dengan fermentasi atau Pereraman yang melibatkankan jasa mikrobia atau enzim tertentu, sehingga selama proses fermentasi berlangsung terjadi perubahan yang luar biasa dalam masa ubi baik dari aspek perubahan fisik, kimiawi, dan mikrobiologis serta inderawi.
Semua mikrobia tersebut berperan dalam melakukan perubahan pada massa ubi dan medianya (air rendaman) (Kymaryo et al, .2000) Keuntungan menggunakan tepung mocaf di banding dengan terigu antara lain sebagai berikut: produk pangan olahan berbahan baku terigu/beras dapat diganti dengan bahan mocaf baik dengan system substitusi antara 5-75% dan bahkan ada produk pangan olahan berbahan terigu seluruhnya dapat diganti dengan mocaf, dengan variasi jumlah tepung mocaf yang digunakan untuk pengganti tepung terigu / beras dapat menghasilkan produk pangan olahan dengan sifat fisik dan inderawi seperti produk aslinya (tanpa substitusi ), dengan sentuhan teknologi dan inovasi serta kreatifitas tepung mocaf dapat memberikan peluang pengembangan pangan bebas gluten yang menyehatkan dan diminati masyarakat.
Gagasan tersebut dapat diimplementasikan kepada masyarakat desa Kaumrejo, Bapak-bapak berperan memproses umbi talas menjadi tepung talas termodifikasi sedangkan Ibu-ibu berperan mengaplikasikannya dalam pengolahan makanan ringan misalnya dalam substitusi pembuatan roti, kue, makanan tradisional, dan lain-lain. Hal ini menambah peluang usaha yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Adapun proses pembuatan tepung talas termodifikasi sebagai berikut:
Ø  Bahan :
Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan tepung talas termodifikasi ini adalah umbi talas Bentul  (Colocasia esculenta, L. Schott), berumur sekitar 6-7 bulan,  yang diperoleh dari petani desa kaumrejo. Air kelapa 1 (liter) sebagai media fermentasi, garam, (merk Segitiga)  dan glukosa  teknis (P.T. Brataco).
Ø  Alat:
Alat-alat yang digunakan untuk proses produksi meliputi wadah perendam, pisau, slicer, mesin penepung/blender,  kain  saring, alat pengayak dan  nampan.
Ø  Produksi tepung talas termodifikasi:
Tahapan proses pembuatan tepung talas termodifikasi diawali dengan persiapan bahan baku, pengupasan, pencucian, pengecilan ukuran, perendaman, fermentasi, pengeringan, penepungan dan pengayakan. Proses pengupasan talas  dilakukan secara  manual  dengan  menggunakan pisau. Pengupasan ini bertujuan untuk menghilangkan kulit bagian luar yang kotor dan mencegah terjadinya kontaminasi. Talas selanjutnya dicuci dengan air sampai bersih untuk menghilangkan kotoran maupun lendir pada permukaan  talas. Pencucian inidilakukan secara manual dengan menggunakan air yang mengalir dari kran. Pengecilan ukuran dilakukan dengan menggunakan slicer. Tebal bahan  adalah 1,5-2,0  mm. Tujuan pengecilan ukuran ini adalah untuk memudahkan  fermentasi. Dengan demikian mikroba dapat dengan mudah  merombak dinding sel talas. Disamping itu, pengecilan ukuran menjadi bentuk irisan tipis juga bertujuan untuk memperluas permukaan,  sehingga akan mempercepat proses pengeringan talas setelah fermentasi.  Irisan talas selanjutnya direndam di dalam larutan Natrium Klorida (NaCl) 1 % selama ± 30 menit. Tujuan perendaman ini adalah untuk menurunkan kadar oksalat pada talas. Proses pengeringan  pada penelitian ini dilakukan dengan bantuan sinar matahari, selama 7 jam.  Proses penepungan dilakukan dengan menggunakan  mesin penepung (Tecator-Cemotec 1090,  sample mill  no. 1451). Tujuannya adalah  merusak dinding sel talas sehingga granula pati akan terbebas dari sel. Setelah dilakukan penepungan, tepung talas termodifikasi ini  diayak dengan ukuran 80  mesh,  yang bertujuan  untuk menyeragamkan ukuran partikel tepung.


BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1.  Tempat pelaksanaan PKM-P
Pelaksanaan PKM-P ini dilaksanakan didesa Kaumrejo, kecamatan Ngantang selama kurang lebih 4 bulan  dimulai pada tanggal 01 Januari – 04 Apill 2017, tempat balai desa Kaumrejo kecamatan Ngantang,  kami  melakukan Program Kereativitas Mahasiswa dengan terjun langsung ke lapangan yang bersangkutan.
3.2.  Metode Yang Digunakan Dalam PKM-P
1.    Observasi
            Observasi adalah penglihatan atau penglihatan langsung ke tempat sasaran yang dituju sehingga hasilnya lebih teliti dan lebih mendekati kebenaran.






BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 2.1 Rringkasan Anggaran Biaya



ITEM
 BIAYA
KUANTITAS
HARGA/
SATUAN
TOTAL NILAI RP
No
Bahan:



1.
Umbi Talas
6 Kg
30.000
180.000
2.
Air kelapa
1 Liter
7.000
7.000
3.
Garam
5 Bungkus
5.000
20.000
4.
Glukosa teknis
3 liter
30.000
60.000

Total biaya bahan:

                        Rp: 267.000
No
Alat :



1.
Wadah perendam
3
15.000
45.000
2.
Pisau
4
10.000
40.000
3.
Blender/parutan
2
80.000
160.000
4.
Kain saring
4
6.000
24.000
5.
Alat pengayak
5
20.000
110.000
6.
Nampan
4
20.000
80.000

Total biaya alat:

Rp: 459.000
No   
 Biaya pelaksanaan:



1
Biaya sewa kendaraan roda dua
4 bulan
800.000
3.200.000
2
Biaya makan
4 bulan
1.000.000
4.000.000
3
Biaya kos
4 Bulan
1.000.000
4.000.000
4
Biaya administrasi surat-menyurat
3 Set
100.000
300.000
5
Pembuatan laporan kemajuam
5 Eks
100.000
500.000
6
Pembuatan laporan akhir
5 Eks
100.000
500.000

Total biaya pelaksanaan:

                       Rp: 12.500.000
 Total Biaya Keseluruhan :   13. 226.000,-
4.2 Jadwal Kegiatan
Tabel 2.2  Jadwal Kegiatan PKM

NO

PELAKSANAAN
JADWAL WAKTU PELAKSANAAN
BULAN 1
BULAN 2
BULAN 3
BULAN 4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

1.

Pengumpulan literature

















2.

Pengolahan data awal dari literature

















3.
Menyusun teori yang behubungan dengan masalah

















4.


Survey ke lokasi

















5.
Mengkaji dan meneliti temuan-temuan di lokasi

















6.
Pengolahan data berdasarkan Penemuan di lokasi

















7.
Menganalisi Temuan di lakosi dengan teori yang ada

















8.

Menyusun laporan akhir

















9.

Menyusun artikel ilmiah

















10.


Publikasi

















DAFTAR PUSTAKA


Achmad subagio. 2008. Prosedur Operasi Standar (POS) Produksi Moccal  Berbasis Klaster. Rusnas Diversifikasi Pangan Pokok. SEAFAST Center. IPB, Bogor.

Hanif  M. Produksi dan Karakterisasi Tepung Kasava Termodifikasi.  [Skripsi].  Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 2009

Kymaryo, V.M., G. A. Massawe, N. A. Olasupo, W. H. Holzapfel. 2000. The use of stater culture in the fermentation of cassava for the production of “kivunde‟, aa traditional Tanzanian food product. Int. J. of Food Microb. 56: 179-190.





























LAMPIRAN

Lampiran 1
Biodata Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap                                : Paskalis Sandri Uwong
b. Tempat, Tanggal Lahir                    : Flores-Waerana 17 Mei 1995
c. NIM                                                : 2015120048
d. Fakultas/prodi                                 : Ekonomi/Manajemen
e. Universitas                                      : UNIVERSITAS TRIBHUWANA
              TUNGGADEWI MALANG
f. Alamat                                             : Jln. Tlogo Suryo Gang 1 N0 15
g. Alamat Email                                  : uwongsullivan666@gmail.com
Anggota Pelaksana
Anggota 1
a. Nama Lengkap                                : Leopoldus Wae
b. Tempat, Tanggal Lahir                    : Bajawa 15 Maret 1995
c. NIM                                                : 2015120121
d. Fakultas/prodi                                 : Ekonomi/Manajemen
e. Universitas                                      : UNIVERSITAS TRIBHUWANA
              TUNGGADEWI MALANG
f. Alamat                                             : Jln. Tlogo Suryo Gang 1 N0 15
            g. Alamat Email                                  : uluwatu@gmail.com
Anggota 2
a. Nama Lengkap                                : Yopi Trofia Gana
b. Tempat, Tanggal Lahir                    : Aimere 07 Agustus 1996
c. NIM                                                : 2015120072
d. Fakultas/prodi                                 : Ekonomi/Manajemen
e. Universitas                                      : UNIVERSITAS TRIBHUWANA
              TUNGGADEWI MALANG
f. Alamat                                             : Jln. Tlogo Suryo
            g. Alamat Email                                  : oppigana@gmail.com
Lampiran   2

Rringkasan Anggaran Biaya



ITEM
 BIAYA
KUANTITAS
HARGA/
SATUAN
TOTAL NILAI RP
No
Bahan:



1.
Umbi Talas
6 Kg
30.000
180.000
2.
Air kelapa
1 Liter
7.000
7.000
3.
Garam
5 Bungkus
5.000
20.000
4.
Glukosa teknis
3 liter
30.000
60.000

Total biaya bahan:

                        Rp: 267.000
No
Alat :



1.
Wadah perendam
3
15.000
45.000
2.
Pisau
4
10.000
40.000
3.
Blender/parutan
2
80.000
160.000
4.
Kain saring
4
6.000
24.000
5.
Alat pengayak
5
20.000
110.000
6.
Nampan
4
20.000
80.000

Total biaya alat:

Rp: 459.000
No   
 Biaya pelaksanaan:



1
Biaya sewa kendaraan roda dua
4 bulan
800.000
3.200.000
2
Biaya makan
4 bulan
1.000.000
4.000.000
3
Biaya kos
4 Bulan
1.000.000
4.000.000
4
Biaya administrasi surat-menyurat
3 Set
100.000
300.000
5
Pembuatan laporan kemajuam
5 Eks
100.000
500.000
6
Pembuatan laporan akhir
5 Eks
100.000
500.000

Total biaya pelaksanaan:

                       Rp: 12.500.000
 Total Biaya Keseluruhan :   13. 226.000,-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chord Gitar Lagu AVENGED SEVENFOLD - DEAR GOD ( Versi Indonesia) Intro C G Am Em F C G (2 kali) C G Am Em Jalan se...