PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS
MAHASISWA
MEMANFAATKAN UMBI TALAS MENJADI TEPUNG TERMODIFIKASI UNTUK PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA KAUMREJO KEC. NGANTANG
BIDANG KEGIATAN :
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA-PENELITIAN
(PKM-P)
DIUSULKAN OLEH :
PASKALIS SANDRI UWONG 2015120048
LEOPOLDUS WAE 2015120121
YOPI TROFIANA GANA 2015120072
FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
|
1.
|
Judul Kegiatan
|
:Memanfaatkan Umbi Talas Menjadi Tepung
Termodifikasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kaumrejo Kec. Ngantang.
|
|
2.
|
Bidang Kegiatan
|
: PKM-P
|
|
3.
|
Ketua Pelaksana
Kegiatan;
|
|
|
|
|
a. Nama Lengkap
|
: Paskalis Sandri Uwong
|
|
|
|
b. NIM
|
: 2015120048
|
|
|
|
c.
Fakultas/Prodi
|
: Ekonomi / Manajemen
|
|
|
|
d.Universitas
/Institut/Politeknik
|
: Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
|
|
|
|
e.Alamat Rumah
dan No.Telp/Hp
|
: Jln. Tlogo Suryo Gang 1 N0 15
082116129531
|
|
|
|
f.
Alamat Email
|
|
|
4
|
Angota pelaksana kegiatan/penulis
|
: 3 Orang
|
|
5.
|
Dosen Pendamping
|
|
|
|
|
a. Nama Lengkap
dan Gelar
|
: Rizki Aprilia Susanti, SE.MM
|
|
|
|
b. NIDN
|
: -
|
|
|
|
c.Alamat
Rumah dan No.Telp/Hp
|
: Malang (085649766931)
|
|
6.
|
Biaya Kegiatan
Total
|
|
|
|
|
a. DIKTI
|
: 7.000.000
|
|
|
|
b. Sumber lain
|
: Tidak Ada
|
|
7.
|
Jangka Waktu
Pelaksanaan
|
: 4 (Empat) Bulan
|
Malang, 15 Desember 2017
Menyetujui,
Ketua Program Studi Manajemen
Ketua Pelaksana
(Warter
Agustim, SE., MM) (Paskalis S. Uwong)
Dosen Pembimbing
(Rizki Aprilia
Susanti, SE.,MM)
RINGKASAN
Tepung
talas termodifikasi diharapkan dapat mensubsitusikan tepung terigu untuk industri pangan berbasis
tepung. Namun, kondisi proses produksi tepung talas termodifikasi secara
fermentasi belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menentukan metode dan
waktu fermentasi yang optimal untuk memproduksi tepung talas termodifikasi. Kebanyakan
sisa umbi talas yang tidak dijual dijadikan olahan makanan ringan seperti
kripik dan lainnya. Umbi talas jika diaplikasikan dalam bentuk aneka makanan
yang masih bernilai rendah untuk memaksimalkan pemanfaatan umbi talas, penulis mengangkat
suatu gagasan yaitu Memanfaatkan umbi talas menjadi tepung termodifikasi untuk
pemberdayaan masyarakat desa Kaumrejo. Dengan sentuhan teknologi dan inovasi
serta kratifitas diharapkan tepung umbi talas dapat memberikan peluang
pengembangan yang menyehatkan dan diminati masyarakat. Memaksimalkan
pemanfaatan umbi talas menjadi tepung termodifikasi akan mempunyai nilai jual
yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi di Desa Kaumrejo.
Kata
kunci : Pemberdayaan masyarakat Desa Kaumrejo dengan
memanfaatkan umbi talas menjadi tepung termodifikasi.
DAFTAR ISI
|
|
Halaman
|
|
LEMBAR PENGESAHAN ……………………………...........................
|
i
|
|
RINGKASAN ……………….
……………………………………...........
|
ii
|
|
DAFTAR ISI ……………………………………………….......................
|
iii
|
|
DAFTAR
TABEL.......................................................................................
|
iv
|
|
|
|
|
|
BAB I
|
PENDAHULUAN
|
|
|
|
|
1.1
|
Latar Belakang
Masalah....................................................
|
1
|
|
|
1.2
|
Rumusan
Masalah.............................................................
|
2
|
|
|
1.3
|
Tujuan...............................................................................
|
3
|
|
|
1.4
|
Luaran Yang
Diharapkan..................................................
|
3
|
|
|
1.5
|
Manfaat.............................................................................
|
3
|
|
|
|
|
|
|
BAB II
|
TINJAUAN
PUSTAKA..........................................................
|
4
|
|
|
|
|
|
|
BAB III
|
METODE
PELAKSANAAN
|
|
|
|
|
3.1
|
Tempat Pelaksanaan PKM-P.............................................
|
5
|
|
|
3.2
|
Metode Yang Digunakan Dalam PKM-P..........................
|
5
|
|
BAB IV
|
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
|
|
|
|
|
4.1
|
Anggaran
Biaya................................................................
|
8
|
|
|
4.2
|
Jadwal
Kegiatan...............................................................
|
9
|
|
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………........
LAMPIRAN…………………………………………………………........
|
10
11
|
|
|
|
|
|
|
DAFTAR TABEL
|
Halaman
|
|
TABEL
|
|
|
1.
|
Tabel 2.1 Rringkasan
Anggaran Biaya......................................................
|
22
|
|
|
|
2.
|
Tabel 2.2 Jadwal
Kegiatan PKM...............................................................
|
22
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Kecukupan pangan
di Indonesia secara mandiri masih merupakan masalah serius yang harus kita
hadapi saat ini dan masa yang akan datang. Bahan pokok utama masih bertumpu
pada beras. Meskipun di beberapa daerah sebagian kecil penduduk mengkonsumsi
pangan pokok non beras seperti jagung atau komoditi lainnya ( singkong ).
Kecenderungan saat ini adalah masih banyak masyarakat beralih ke bahan pangan
beras bahkan terigu yang bukan komuditi pangan local tetapi merupakan bahan
pangan impor, sehingga persoalan kecukupan pangan dan ketahanan pangan sangat
rendah. Hal demikian menjadikan perubahan atau pergeseran pola komsumsi pangan pokok bagi masyarakat
Indonesia sacara keseluruhan dan berkelanjutan. Progam ketahanan pangan diharapkan
mampu menyediakan pangan yang memadahi dari segi jumlah maupun mutunya bagi
masyarakat, khususnya bahan pangan pokok local sumber karbohidrat atau kalori.
Ketergantungan penggunaan tepung terigu untuk industri pangan, salah satunya
dapat diatasi dengan memanfaatkan tepung berbahan baku lokal, diantaranya
adalah tepung talas (Colocasia esculenta,
L. Schott). Namun, masih ada keterbatasan penggunaan tepung dari
umbi-umbian untuk menggantikan tepung terigu, dikarenakan kandungan seratnya
yang tinggi yang akan mempengaruhi proses pembentukan adonan. Oleh sebab itu
diperlukan sosialisasi dan penggalakan progam pemanfaatan pangan local yang
beraneka ragam bagi masyarakat dalam upaya mencapai ketahanan pangan dan atau
swasembada pangan yang sebenarnya (bukan hanya swasembada beras). Pengenalan
pangan lokal terlebih dahulu dilakukan di pedesaan karena penulis yakin gerakan
pemerintah akan berhasil apabila dimulai dari yang kecil yaitu pedesaan. Di
sini kami membidik desa kaumrejo kecamatan gantang, karena didesa tersebut
banyak sekali penghasil umbi-umbian seperti
umbi talas, umbi jalar dan singkong. Selama ini umbi-umbian tersebut
hanya digunakan untuk pakan ternak, dibuat kripik, dan ada juga yang dijual segar.
Disini kami
memiliki ide untuk memperkenalkan pembuatan tepung termodifikasi dari umbi
talas kepada masyarakat desa kaumrejo kecamatan gantang dimana nantinya
masyarakat desa kaumrejo dapat memanfaatkan umbi talas menjadi tepung yang
telah dimodifikasi sehingga mengurangi karbohidrat atau kalori yang terdapat
didalam talas itu sendiri. Dan tepung talas yang telah termodifikasi dapat
digunakan bermacam-macam olahan makanan, mulai dari pembuatan donat, bronis, puding
dan olahan makanan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan
talas yang mempunyai nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan
pendapatan ekonomi.
1.2.Rumusan Masalah
Permasalahan
yang diangkat dalam penelitian adalah ‘Memanfaatkan Umbi
Talas Menjadi Tepung Termodifikasi untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Kaumrejo
Kec. Ngantang’ dapat dirumuskan pertanyaan sebagai
berikut :
1)
Bagaimana cara bapak/ibu memanfaatkan umbi talas di desa Kaumrejo ?
2)
Bagaimanakah cara bapak/ibu mengolah talas menjadi bahan olahan makanan yang bisa
memilik nilai jual ekonomis ?
3)
Bagaimanakah pendapat bapak/ibu tentang tepung
termodifikasi ?
1.3.Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari PKM-P ini adalah :
1)
Mengetahui memanfaatkan umbi talas di desa Kaumrejo.
2)
Mengetahui mengolah talas menjadi bahan olahan makanan yang bisa memilik nilai jual
ekonomis.
3) Mengetahui seberapa besar
pengetahuan masyarakat desa Kaumrejo tentang tepung termodifikasi.
1.4.Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini
adalah :
1)
Dapat menemukan hubungan sebab- akibat yang nantinya dapat bermanfaat bagi
masyarakat desa Kaumrejo.
2)
Dapat menjadi referensi di kemudian hari untuk
penelitian mengenai tepung
termodifikasi dari umbi talas.
3)
Dapat
dijadikan sebagai peluang usaha/bisnis bagi desa Kaumrejo.
1.5.Manfaat
PKM ini akan membawa manfaat bagi banyak
orang dan instansi diantaranya:
1) Memberi
pengetahuan dan manfaat kepada
desa kaumrejo tentang pengolahan tepung termodifikasi.
2) Menambah pengatuhan dan wawasan
dalam pembuatan tepung termodifikas dari talas yang nantinya dapat membuka
usaha.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Apabila umbi talas tersebut tidak terjual, kebanyakan para petani
mengolah pangan mengelola hasil pertanian khususnya umbi talas menjadi olahan
makanan ringan seperti direbus, di jadikan kripik, dan masih memiliki
sifat-sifat yang ada pada umbi talas tersebut seperti bau dan cita rasa khas
umbi talas masih kuat, walaupun umbi talas di jadikan tepung tanpa adanya
dimodifikasi akan mengalami perbedaan pada warna tepung yang agak kusam, kurang
lembut serta mudah apek dan masih sedikit gatal karena kandungan yang terdapat
didalam talas tesebut masih belum hilang tanpa melalui modifikasi . Mereka
belum mengenal pengolahan tepung umbi talas selain tepung gaplek dari singkong
atau Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour).
Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dalam bahasa Indonesia disebut
Tepung Singkong Dimodifikasi, dikatakan sebagai Proses Modifikasi sebab pada
pembuatan Mocaf dilakukan proses khusus
yang disebut dengan fermentasi atau Pereraman yang melibatkankan jasa mikrobia
atau enzim tertentu, sehingga selama proses fermentasi berlangsung terjadi
perubahan yang luar biasa dalam masa ubi baik dari aspek perubahan fisik,
kimiawi, dan mikrobiologis serta inderawi.
Semua mikrobia tersebut berperan dalam melakukan perubahan pada massa
ubi dan medianya (air rendaman) (Kymaryo et al, .2000) Keuntungan menggunakan
tepung mocaf di banding dengan terigu antara lain sebagai berikut: produk
pangan olahan berbahan baku terigu/beras dapat diganti dengan bahan mocaf baik
dengan system substitusi antara 5-75% dan bahkan ada produk pangan olahan
berbahan terigu seluruhnya dapat diganti dengan mocaf, dengan variasi jumlah
tepung mocaf yang digunakan untuk pengganti tepung terigu / beras dapat
menghasilkan produk pangan olahan dengan sifat fisik dan inderawi seperti
produk aslinya (tanpa substitusi ), dengan sentuhan teknologi dan inovasi serta
kreatifitas tepung mocaf dapat memberikan peluang pengembangan pangan bebas
gluten yang menyehatkan dan diminati masyarakat.
Gagasan tersebut dapat diimplementasikan kepada masyarakat desa Kaumrejo,
Bapak-bapak berperan memproses umbi talas menjadi tepung talas termodifikasi sedangkan
Ibu-ibu berperan mengaplikasikannya dalam pengolahan makanan ringan misalnya
dalam substitusi pembuatan roti, kue, makanan tradisional, dan lain-lain. Hal
ini menambah peluang usaha yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Adapun
proses pembuatan tepung talas termodifikasi sebagai berikut:
Ø Bahan :
Bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan tepung talas termodifikasi
ini adalah umbi talas Bentul (Colocasia
esculenta, L. Schott), berumur sekitar 6-7 bulan, yang diperoleh dari petani desa kaumrejo. Air
kelapa 1 (liter) sebagai media fermentasi, garam, (merk Segitiga) dan glukosa
teknis (P.T. Brataco).
Ø Alat:
Alat-alat yang digunakan untuk proses produksi meliputi wadah perendam,
pisau, slicer, mesin penepung/blender,
kain saring, alat pengayak
dan nampan.
Ø Produksi tepung talas termodifikasi:
Tahapan proses pembuatan tepung talas termodifikasi diawali dengan
persiapan bahan baku, pengupasan, pencucian, pengecilan ukuran, perendaman,
fermentasi, pengeringan, penepungan dan pengayakan. Proses pengupasan talas dilakukan secara manual
dengan menggunakan pisau.
Pengupasan ini bertujuan untuk menghilangkan kulit bagian luar yang kotor dan
mencegah terjadinya kontaminasi. Talas selanjutnya dicuci dengan air sampai
bersih untuk menghilangkan kotoran maupun lendir pada permukaan talas. Pencucian inidilakukan secara manual dengan
menggunakan air yang mengalir dari kran. Pengecilan ukuran dilakukan dengan
menggunakan slicer. Tebal bahan adalah
1,5-2,0 mm. Tujuan pengecilan ukuran ini
adalah untuk memudahkan fermentasi.
Dengan demikian mikroba dapat dengan mudah
merombak dinding sel talas. Disamping itu, pengecilan ukuran
menjadi bentuk irisan tipis juga bertujuan untuk memperluas permukaan, sehingga akan mempercepat proses pengeringan
talas setelah fermentasi. Irisan talas
selanjutnya direndam di dalam larutan Natrium Klorida (NaCl) 1 % selama ± 30
menit. Tujuan perendaman ini adalah untuk menurunkan kadar oksalat pada talas. Proses
pengeringan pada penelitian ini
dilakukan dengan bantuan sinar matahari, selama 7 jam. Proses penepungan dilakukan dengan
menggunakan mesin penepung (Tecator-Cemotec
1090, sample mill no. 1451). Tujuannya adalah merusak dinding sel talas sehingga granula
pati akan terbebas dari sel. Setelah dilakukan penepungan, tepung talas
termodifikasi ini diayak dengan ukuran
80 mesh,
yang bertujuan untuk
menyeragamkan ukuran partikel tepung.
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1. Tempat pelaksanaan PKM-P
Pelaksanaan PKM-P ini dilaksanakan
didesa Kaumrejo, kecamatan Ngantang
selama kurang lebih 4 bulan dimulai pada
tanggal 01 Januari – 04 Apill 2017, tempat balai desa Kaumrejo kecamatan Ngantang, kami melakukan
Program Kereativitas Mahasiswa dengan terjun langsung ke lapangan yang
bersangkutan.
3.2. Metode Yang Digunakan Dalam PKM-P
1. Observasi
Observasi
adalah penglihatan atau penglihatan langsung ke tempat
sasaran yang dituju sehingga hasilnya lebih teliti dan lebih mendekati
kebenaran.
BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 2.1 Rringkasan Anggaran Biaya
|
|
ITEM
|
BIAYA
|
|
KUANTITAS
|
HARGA/
SATUAN
|
TOTAL NILAI RP
|
|
No
|
Bahan:
|
|
|
|
|
1.
|
Umbi Talas
|
6
Kg
|
30.000
|
180.000
|
|
2.
|
Air kelapa
|
1
Liter
|
7.000
|
7.000
|
|
3.
|
Garam
|
5
Bungkus
|
5.000
|
20.000
|
|
4.
|
Glukosa teknis
|
3
liter
|
30.000
|
60.000
|
|
|
Total
biaya bahan:
|
|
Rp: 267.000
|
|
No
|
Alat
:
|
|
|
|
|
1.
|
Wadah perendam
|
3
|
15.000
|
45.000
|
|
2.
|
Pisau
|
4
|
10.000
|
40.000
|
|
3.
|
Blender/parutan
|
2
|
80.000
|
160.000
|
|
4.
|
Kain saring
|
4
|
6.000
|
24.000
|
|
5.
|
Alat pengayak
|
5
|
20.000
|
110.000
|
|
6.
|
Nampan
|
4
|
20.000
|
80.000
|
|
|
Total
biaya alat:
|
|
Rp:
459.000
|
|
No
|
Biaya pelaksanaan:
|
|
|
|
|
1
|
Biaya sewa kendaraan roda dua
|
4 bulan
|
800.000
|
3.200.000
|
|
2
|
Biaya makan
|
4 bulan
|
1.000.000
|
4.000.000
|
|
3
|
Biaya kos
|
4 Bulan
|
1.000.000
|
4.000.000
|
|
4
|
Biaya administrasi surat-menyurat
|
3 Set
|
100.000
|
300.000
|
|
5
|
Pembuatan laporan kemajuam
|
5 Eks
|
100.000
|
500.000
|
|
6
|
Pembuatan laporan akhir
|
5 Eks
|
100.000
|
500.000
|
|
|
Total
biaya pelaksanaan:
|
|
Rp: 12.500.000
|
|
Total Biaya Keseluruhan : 13. 226.000,-
|
4.2 Jadwal Kegiatan
Tabel 2.2 Jadwal Kegiatan PKM
|
NO
|
PELAKSANAAN
|
JADWAL WAKTU PELAKSANAAN
|
|
BULAN 1
|
BULAN 2
|
BULAN 3
|
BULAN 4
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.
|
Pengumpulan
literature
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Pengolahan
data awal dari literature
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Menyusun
teori yang behubungan dengan masalah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Survey ke lokasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Mengkaji
dan meneliti temuan-temuan di lokasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Pengolahan
data berdasarkan Penemuan di lokasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
Menganalisi
Temuan di lakosi dengan teori yang ada
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8.
|
Menyusun laporan akhir
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9.
|
Menyusun artikel ilmiah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
Publikasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
DAFTAR
PUSTAKA
Achmad
subagio. 2008. Prosedur Operasi Standar
(POS) Produksi Moccal Berbasis Klaster.
Rusnas Diversifikasi Pangan Pokok. SEAFAST Center. IPB, Bogor.
Hanif M. Produksi dan Karakterisasi Tepung Kasava
Termodifikasi. [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut
Pertanian Bogor, Bogor. 2009
Kymaryo,
V.M., G. A. Massawe, N. A. Olasupo, W. H. Holzapfel. 2000. The use of stater
culture in the fermentation of cassava for the production of “kivunde‟, aa
traditional Tanzanian food product. Int. J. of Food Microb. 56: 179-190.
LAMPIRAN
Lampiran
1
Biodata Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Paskalis Sandri
Uwong
b. Tempat, Tanggal Lahir : Flores-Waerana 17 Mei 1995
c. NIM :
2015120048
d. Fakultas/prodi : Ekonomi/Manajemen
e. Universitas :
UNIVERSITAS TRIBHUWANA
TUNGGADEWI MALANG
f. Alamat : Jln. Tlogo Suryo Gang 1 N0 15
Anggota Pelaksana
Anggota 1
a. Nama Lengkap : Leopoldus Wae
b. Tempat, Tanggal Lahir : Bajawa 15 Maret 1995
c. NIM :
2015120121
d. Fakultas/prodi : Ekonomi/Manajemen
e. Universitas :
UNIVERSITAS TRIBHUWANA
TUNGGADEWI MALANG
f. Alamat : Jln. Tlogo Suryo Gang 1 N0 15
Anggota 2
a. Nama Lengkap : Yopi Trofia
Gana
b. Tempat, Tanggal Lahir : Aimere 07 Agustus 1996
c. NIM :
2015120072
d. Fakultas/prodi : Ekonomi/Manajemen
e. Universitas :
UNIVERSITAS TRIBHUWANA
TUNGGADEWI MALANG
f. Alamat : Jln. Tlogo Suryo
Lampiran 2
Rringkasan Anggaran Biaya
|
|
ITEM
|
BIAYA
|
|
KUANTITAS
|
HARGA/
SATUAN
|
TOTAL NILAI RP
|
|
No
|
Bahan:
|
|
|
|
|
1.
|
Umbi Talas
|
6
Kg
|
30.000
|
180.000
|
|
2.
|
Air kelapa
|
1
Liter
|
7.000
|
7.000
|
|
3.
|
Garam
|
5
Bungkus
|
5.000
|
20.000
|
|
4.
|
Glukosa teknis
|
3
liter
|
30.000
|
60.000
|
|
|
Total
biaya bahan:
|
|
Rp: 267.000
|
|
No
|
Alat
:
|
|
|
|
|
1.
|
Wadah perendam
|
3
|
15.000
|
45.000
|
|
2.
|
Pisau
|
4
|
10.000
|
40.000
|
|
3.
|
Blender/parutan
|
2
|
80.000
|
160.000
|
|
4.
|
Kain saring
|
4
|
6.000
|
24.000
|
|
5.
|
Alat pengayak
|
5
|
20.000
|
110.000
|
|
6.
|
Nampan
|
4
|
20.000
|
80.000
|
|
|
Total
biaya alat:
|
|
Rp:
459.000
|
|
No
|
Biaya pelaksanaan:
|
|
|
|
|
1
|
Biaya sewa kendaraan roda dua
|
4 bulan
|
800.000
|
3.200.000
|
|
2
|
Biaya makan
|
4 bulan
|
1.000.000
|
4.000.000
|
|
3
|
Biaya kos
|
4 Bulan
|
1.000.000
|
4.000.000
|
|
4
|
Biaya administrasi surat-menyurat
|
3 Set
|
100.000
|
300.000
|
|
5
|
Pembuatan laporan kemajuam
|
5 Eks
|
100.000
|
500.000
|
|
6
|
Pembuatan laporan akhir
|
5 Eks
|
100.000
|
500.000
|
|
|
Total
biaya pelaksanaan:
|
|
Rp: 12.500.000
|
|
Total Biaya Keseluruhan : 13. 226.000,-
|