Minggu, 05 November 2017

Arsitektur Lansekap Ecotourism Task


It's my fucki'n brother Lhevos



TUGAS RESUME
MK.ECOTOURISM
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA
DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
FLORES NUSA TENGGARA TIMUR
Hasil gambar untuk logo unitri


Oleh
KLEMENTINUS L. LOMES
NIM : 2014320027





PROGRAM STUDI ARSIEKTUR LANSKAP
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRIBUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2017

PERKEMBANGAN PARIWISATA MANGGARAI BARAT SAAT INI
A.     Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2005-2010
Berdasarkan Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat 2005-2010 sebagai berikut:
a)      VISI:
Terwujudnya rakyat Manggarai Barat yang sejahtera dengan pembangunan yang berkelanjutan sesuai kebutuhan rakyat secara terpadu dan merakyat dengan berlandaskan hati nurani dan keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani.
b)      MISI:
1.      Membangun kualitas Sumber Daya Manusia baik jasmani maupun rohani Meningkatkan pendapatan rakyat dan pendapatan asli daerah
2.      Meningkatkan produksi dan pasar rakyat
3.      Membangun Sarana dan Prasarana
4.      Membangun dengan berbasis masyarakat dan berwawasan lingkungan.
B.     Strategi Pengembangan Saat Ini
Strategi adalah suatu pedoman atau pegangan dalam membuat suatu kebijakan atau tindakan dengan suatu sektor pembangunan yang dibahas untuk tercapainya tujuan-tujuan yang diharapkan demi terciptanya masyarakat adil dan makmur. Dalam konteks pemerintah daerah, strategi pengembangan pariwisata dirumuskan dalam suatu Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA). Sampai sekarang ini Manggarai Barat belum memiliki RIPDA sendiri. Pedoman atau pegangan yang dipakai oleh Diparbud Manggarai Barat masih mengacu pada RIPDA Kabupaten Manggarai Tahun 1999. Adapun kebijakan pengembangan pariwisata Kabupaten Manggarai adalah:
a)      Pembinaan Sumber Daya Manusia yang bergerak disektor pariwisata
b)      Pengembangan objek-objek wisata alam dan budaya yang ada di desa-desa.
c)      Membangun fasilitas penginapan dan restoran atau rumah makan disekitar
objek-objek wisata.
d)      Mengembangkan industri kerajinan di desa dalam rangka menunjang industri
kepariwisataan.
e)      Meningkatkan promosi dibidang kepariwisataan baik kualitas maupun
kuantitasnya.
C.     Industri Pariwisata Manggarai Barat.
Menurut Yoety (1982) diacu dalam Simanullang (2004), perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam industri pariwisata adalah : travel agent atau tour operator, perusahaan pengangkutan, akomodasi perhotelan, bar dan restoran, travel agent local, souvenirshop, Perusahaan-perusahaan yang akan berkaitan dengan aktivitas wisatawan seperti tempat menjual dan mencetak film, kamera, kartu pos, penukaran uang, bank dan lain-lain.
·         Travel agent atau tour operator, yaitu perusahaan yang telah memberikan informasi, melakukan reservasi, mengurus tiket serta dokumen lainnya yang dibutuhkan wisatawan. Terdapat 33 travel agent yang menawarkan objek wisata di Manggarai Barat. Travel agent ini pada umumnya beralamatkan di Bali (Lampiran 12). Hal ini disebakan karena selain sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, Manggarai Barat mudah dijangkau melalui Bali.
·         Perusahaan pengangkutan berupa angkutan darat, laut maupun udara yang akan membawa wisatawan kedaerah tujuan wisata. Transportasi darat yang ada di Manggarai Barat berupa : Ojek (kendaraan roda dua atau motor), angkutan kota, truk kayu, transport travel, bus umum dan mobil sewaan. Untuk transportasi laut terdapat kapal Feri, kapal PELNI penumpang, kapal lokal antar pulau dan kapal ekspedisi untuk kegiatan ekspedisi, diving ataupun kegiatan menginap ditengah laut. Sedangkan transportasi udara, wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang seperti Indonesia Air Transport, Merpati Nusantara Airlines dan Transnusa Air Service.
·         Akomodasi perhotelan, yaitu tempat dimana wisatawan akan menginap untuk sementara waktu selama berada di daerah tujuan wisata yang bersangkutan. Hotel atau penginapan merupakan rumah sementara bagi para wisatawan yang sedang berkunjung. Keramahan, pelayanan yang baik serta sanitasi hotel merupakan suatu hal yang penting. Manggarai Barat memiliki beberapa hotel yang beragam dari yang berkelas internasional sampai yang berkelas standart. Berdasarkan data dari Diparbud (2006) jumlah hotel di Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 23 hotel dengan 1 hotel bintang 1, 14 hotel atau homestay kelas Melati dan 8 penginapan (Lampiran 13). Hotel-hotel yang ada terdapat di Kecamatan Komodo (Labuan Bajo) dan 1 hotel yang terdapat di Kecamatan Lembor.
·         Bar dan restoran, yaitu tempat dimana wisatawan dapat memesan makanan dan minuman yang sesuai dengan seleranya. Terdapat enam Bar di Manggarai Barat. Enam bar ini terletak di Labuan Bajo dan dekat dengan objek wisata sehingga wisatawan yang datang juga dapat menikmati keindahan alam di sekitarnya. Untuk restoran, para wisatawan dapat memilih empat belas restoran yang ada di Manggarai Barat. Namun restoranrestoran yang ada tidak menyajikan menu lokal sehingga perlu menjadi perhatian bersama pemerintah dan pengusaha restoran dalam mengemas menu lokal sehinga dapat menjadi ciri yang diperkenalkan kepada wisatawan.
·         Travel agent local, yaitu perusahaan-perusahaan yang akan menyelenggarakan perjalan wisata serta pertunjukan-pertunjukan wisata. Pengemasan wisata yang ditawarkan merupakan hal penting dalam mempertahankan dan meningkatkan apresiasi wisatawan untuk berkunjung. Terdapat tiga belas tarvel agent lokal yang bersedia melayani permintaan wisatawan yang berkunjung dalam melakukan perjalanan wisatanya. Tiga belas travel agent lokal betempat di Labuan Bajo sehingga mudah untuk diakses oleh wisatawan.
·         Souvenirshop, yaitu tempat dimana wisatawan dapat berbelanja untuk membeli oleh-oleh dan kenang-kenangan untuk dibawa pulang. Untuk souvenirshop keberadaannya sangat terbatas karena hanya terdapat satu toko yang khusus menjual cendra mata. Namun para wisatawan yang ingin berbelanja cendra mata dapat menemukan hampir disetiap toko yang ada di Manggarai Barat. Kondisi ini memudahkan para wisatawan dalam mendapatkan cendramata. Hanya saja dari sisi kenyamanan berbelanja kurang nyaman karena konsumen yang datang tidak semua berbelanja cendramata tatapi kebutuhan lain seperti pakaian rumah, bahan bangunan, makanan dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan lainnya seperti tempat menjual dan mencetak film, kamera, kartu pos dan bank terdapat di Manggarai Barat. Untuk tempat penukaran uang tidak terdapat di Manggarai Barat. Hal ini menjadi kendala bagi wisatawan asing yang berkunjung sehingga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dalam pengadaannya melihat semakin bertambahnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung.

D.     Unsur-Unsur Pariwisata di Manggarai Barat
Selain perusahan-perusahaan dalam industri pariwisata, unsur-unsur lainnya yang terkandung dalam pariwisata terdiri dari : Politik pemerintahan, kesempatan berbelanja, promosi, harga, pengangkutan, akomodasi, atraksi, jarak dan waktu serta sifat ramah tamah (Pendit 2006).
·         Politik pemerintahan merupakan sikap pemerintah terhadap kepariwisataan yang ada. Politik pemerintahan dapat bersifat secara lansung, yaitu sikap pemerintah terhadap wisatawan yang datang ke daerah wisata dan tak lansung yaitu kondisi kestabilan politik, ekonomi, dan keamanan daerah bersangkutan. Sikap pemerintah kepada wisatawan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari keterbukaan pemerintahan setempat dalam melayani para tamu yang mau berkonsultasi atau menanyakan segala sesuatu tentang Manggarai Barat. Mengenai kondisi keamanan, Manggarai Barat masih dalam kategori aman karena belum ada kejadian atau kegiatan yang meresahkan masyarakat dan wisatawan seperti : Bom, Demonstrasi, Swipping SARA, penipuan terhadap wisatawan yang datang dan lain lain.
·         Promosi adalah propaganda kepariwisataan dengan didasarkan atas rencana atau propaganda secara teratur dan kontinu ke dalam negri maupun keluar negri. Kegiatan promosi belum menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat. Kegiaan promosi dilakukan melalui agent-agent travel di Bali dan Labuan Bajo serta media internet dengan Website www.floreskomodo.com.
·         Harga yaitu nilai nominal barang-barang, sarana dan prasarana yang ada. Harga barang-barang di Manggarai Barat relatif tinggi hal ini dikarenakan barangbarang yang dikonsumsi sebagian besar diambil dari luar daerah seperti Surabaya, sedangkan untuk harga pangan seperti beras, ikan dan sayur mayur relatif murah di Manggarai Barat karena dihasilkan sendiri.
E.     Strategi Pengembangan Ke Depan
a)      Identifikasi Lingkungan Internal Perusahaan.
Berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor internal pariwisata Manggarai Barat diperoleh kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
1)      Kekuatan (Strenght) :
a)      Manggarai Barat kaya akan budaya. Manggarai kaya akan budaya. Kekayaan akan budaya merupakan potensi yang pelu dikembangkan dalam industri pariwisata Manggarai Barat. Budaya-budaya itu seperti : peninggalan jaman prasejarah seperti fosil, Compang, Kampung tua, sistim pemerintahan adat Manggarai (kedaluan), kesenian dan keterampilan lokal, hikayat-hikayat, filosofi dan cara penggunaan lahan untuk bertani yang dapat memberikan pemandangan yang indah berupa hamparan sawah berbentuk jaring laba-laba.
b)      Manggarai Barat kaya akan keindahan alam lautnya. Manggarai Barat memiliki keindahan pemandangan pantai dan keindahan alam bawah laut. Terdapat 19 Taman Laut yang ada di Manggarai Barat (Diparbud 2007). Hal ini merupakan kekuatan untuk mengembangkan wisata bahari.
c)      Manggarai Barat memiliki Taman Nasional Komodo. TNK terletak di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Kedua pulau ini secara administratif termasuk wilayah Manggarai Barat. Dengan adanya TNK, Pariwisata Manggarai Barat mempunyai kekuatan dalam menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Manggarai Barat.
d)      Masyarakat Manggarai adalah masyarakat yang ramah. Keramahan masyarakat Manggarai ditunjukan dari sikap terhadap wisatawan yang datang. Selain itu dari aspek historis, Manggarai Barat merupakan pencampuran dari beberapa etnis seperti etnis Manggarai, etnis Cina, Etnis Makasar dan Etnis Bima. Hal ini menunjukan sikap keterbukaan dan keramahan masyarakat Manggarai terhadap suku-suku dari luar Manggarai.
e)      Dukungan yang positif dari pemerintah setempat dan masyarakatnya. Dukungan pemerintah dapat secara lansung dan tidak lansung. Secara lansung dapat ditunjukan dari sikap proaktifnya dalam melakukan kerjasama dengan lembaga non pemerintah seperti SWISSCONTACT untuk pembuatan Agenda, Draf, dan Atlas Sikap secara tidak lansung dapat dilihat dari usaha pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Dukungan masyarakat Manggarai Barat ditunjukan dari pembebasan tanah masyarakat untuk pembuatan jalan tampa ganti rugi serta sikap kerjasama dan keramahan terhadap wisatawan yang datang.
f)       Lembaga non-pemerintah yang pro aktif terhadap pembangunan pariwisata Manggarai Barat. Sikap pro aktif ditunjukan dalam membantu pemerintah dalam upaya pengembangan konsep pengembangan pariwisata Manggarai Barat dalam bentuk Atlas pariwisata, pemberian beasiswa serta pendampingan kepada masyarakat.
g)      Manggarai Barat merupakan pintu masuk ke Pulau Flores dari Barat. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan bandara udara menjadikan Manggarai Barat sebagai pintu masuk ke Pulau Flores dari Barat. Fasilitas ini merupakan kekuatan pariwisata Manggarai Barat dalam memudahkan para wisatawan yang mau berkunjung ke Manggarai Barat serta dapat dijadikan media promosi bagi mereka yang hanya singgah di pelabuhan atau bandara udara di Manggarai Barat.
h)      Layanan transportasi umum dalam kota cukup banyak tersedia, sehingga waktu tunggu biasanya pendek serta lalu lintas belum macet. Ketersediaan layanan transportasi membantu dalam mengurangi waktu tempuh para wisatawan ke objek wisata yang dituju.
i)        Kondisi Kabupaten Manggarai Barat relatif aman bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata. Kondisi yang aman menjadikan wisatawan akan lebih nyaman melakukan kegiatan wisatanya. Hal ini merupakan kekuatan karena wisatawan lebih menyukai tempat yang meurutnya aman untuk melakukan suau perjalanan.
j)        Keberadaan lembaga adat dan agama yang masih diakui oleh masyarakat setempat khususnya di desa-desa. Lembaga adat dan agama di masyarakat merupakan lembaga yang mempunyai andil dalam membentuk dan menguntrol tatakrama masyarakatnya serta mengatur penggunaan lahan adat. Selin itu, lembaga ini juga mempunyai andil dalam melestarikan budaya Manggarai.
2)      Kelemahan (Weakness) :
a)      Belum dikembangkannya potensi yang ada di pedalaman. Belum berkembangnya potensi wisata di pedalaman mengakibatkan Manggarai Barat tidak memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke pedalaman. Hal ini disebabkan karena kurangnya promosi dan pengelolaan paket-peket wisata yang menarik bagi wisatawan.
b)      Keterbatasan dalam akomodasi terutama di wilayah pedesaan. Ketersediaan akomodasi seperti hotel dan restoran sangat terbatas di daerah pedalaman. Terdapat 1 hotel yang teletak di Kecamatan Lembor.
c)      Belum tersedianya money changer. Money chager merupakan tempat penukan uang asing dengan uang rupiah. Ketidaktersediaannya money changer merupakan hambatan bagi para wisman yang ingin melakukan transaksi ekonomi di Kabupaen Manggarai Barat.
d)      Akses internet masih lemah. Teknologi internet sangat dibutuhkan oleh para wisatawan untuk melakukan transaksi, pencarian informasi dan lain-lain. Fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh para wisman dari negara Jepang, Amerika, Jerman dan Rusia yang merupakan pengguna teknologi tertinggi serta penyumbang wisatawan dunia terbesar.
e)      Tidak memiliki museum sehingga aset-aset budaya, aset peninggalan sejarah, sastra budaya serta kazanah seni tradisional dikawatirkan mulai melemah.
f)       Tidak adanya kantor keimigrasian sehingga sistim kontrol terhadap wisatawan asing kurang.
g)      Fasilitas kesehatan yang minim seperti Rumah Sakit Umum. Sakit merupakan kondisi fisik yang sangat sulit untuk diduga. Maka dari itu, fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum merupakan fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan bagi para wisatawan yang sedang melakukan perjalanan di Manggarai Barat.
h)      Tingkat pendidikan dan ketrampilan penduduk masih rendah, sehingga belum mampu mengolah semua potensi yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.
i)        Kualitas SDM di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat tidak memiliki ketrampilan atau pengetahuan tentang kepariwisataan. Keadaan ini menjadikan kurang kreatifnya dalam membuat konsep wisata serta penciptaan paket-paket wisata yang menarik.
j)        Belum ada jenjang Perguruan Tinggi (setingkat akademi) yang bergerak di pendidikan pertanian, perikanan dan pariwisata yang berkualitas serta tidak adanya lembaga atau organisasi mahasiswa ekstra kampus. Selain sebagai lembaga pendidikan, Perguruan tinggi dan lembaga ekstra kampus merupakan lembaga kontrol terhadap kebijakan pemerintah. Peran ini sangat penting sebagai pengawal dan pembanding atas pembangunan yang diadakan untuk kesejahteraan masyarakatnya.
b)      Identifikasi Lingkungan Eksternal Perusahaan
1.      Peluang(Oppurtunity) :
a)      Adanya trend/keinginan wisatawan terhadap kegiatan wisata alam yakni menikmati produk atau kreasi budaya (culture) dan peninggalan sejarah (heritage) serta nature atau eko-wisata dari suatu daerah atau negara.
b)      Dukungan yang positif dari Pemerintah Pusat. Penentuan Provinsi NTT sebagai Destinasi Unggulan Tahun 2007 memberikan peluang bagi daerah-daerah di NTT termasuk Manggarai Barat. Pentuan ini memberi kesempatan bagi daerah-daerah di NTT untuk menunjukan kekayaan alam dan budayanya kepada dunia Internasional.
c)      Akan dibangunnya pelabuhan khusus kapal pesiar di Teluk Kupang. Pelabuhan khusus kapal pesiar dapat mendorong kunjungan wisatawan ke NTT. Hal ini menjadi peluang bagi Manggarai Barat yang kaya akan kekayaan alam laut dan TNK.
d)      Adanya kepedulian lembaga-lembaga asing terhadap perkembangan Manggarai Barat. Dengan adanya kepedulian ini menjadikan Manggarai Barat dapat memiliki bantuan secara materil maupun non materil untuk kemajuan pembangunan pariwisatanya.
e)      Kebijakan Perundang-undangan yang mendukung.
f)       Meningkatnya jumlah wisatawan dimasa yang akan datang. Tren pariwisata tahun 2020, perjalanan wisata dunia akan mencapai 1,6 milyar orang, diantaranya 438 juta orang akan berkunjung ke kawasan Asia-Pasifik. Melihat jumlah wisatawan yang demikian besar, maka Indonesia perlu merebut pangsa pasar wisata tersebut dengan menawarkan segala daya tariknya untuk mendatangkan wisatawan. Kondisi ini memberikan gambaran akan tumbuhnya industri Pariwisata ke depan sekaligus memberikan peluang dan harapan bagi daerah-daerah yang lagi merintis industri pariwisatanya termasuk Manggarai Barat.
g)      Travel-travel agent di Bali konsisten menawarkan produk wisata yang ada di Manggarai Barat. Kondisi ini memberikan peluang bagi pariwisata Manggarai Barat dalam memberikan tawaran objek wisata lainnya serta dapat melakukan feed back terhadap pariwisatanya.
h)      Ketertarikan Investor dalam menanamkan investasi di Kabupaten Manggarai Barat. Investor adalah orang yang menanamkan investai untuk tujuan bisnis. Bisnis membuat pertumbuhan dibidang ekonomi dan prasarana sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang datang.
2.      Ancaman (Threat) :
a)      Penguasaan tanah oleh investor dari luar Manggarai Barat secara besarbesaran. Penguasaan tanah oleh investor secara besar-besaran merupakan ancaman yang harus dihindari karena dapat menyebabkan konflik sosial serta pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan
b)      Pengembangan berupa pembangunan fisik yang dapat merusak keindahan alam dan kelestarian alam. Pengembangan dalam bentuk pembangunan fisik berdampak lansung kepada lingkungan. Dampak ini berupa pembukaan lahan untuk pembangunan yang dapat merusak lingkungan serta sisa-sisa dari pembangunan yang jika tidak dibuang secara benar akan menyebabkan kerusakan tanah dan lingkungan.
c)      Potensi pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dijual oleh asosiasi dari lain provinsi (misalnya Provinsi Bali dan NTB). Kondisi ini merupakan ancaman yang menyebabkan Manggarai Barat kurang mendapat manfaat dari potensi wisatanya sendiri. Selain itu, memungkinkan terjadinya claim atas objek wisata oleh provinsi lain.
d)      Masuknya budaya-budaya negatif yang mempengaruhi masyarakat sekitar seperti seks bebas, narkoba, mengemis dan lain-lain. Salah satu dampak dari pariwisata adalah pengaruh budaya yang dibawa oleh para wisatawan. Namun yang menjadi ancaman adalah pengaruh budaya negatif seperti sex bebas, narkoba dan lain-lain.
e)      Masuknya tenaga-tenaga terampil dari luar wilayah akan menggeser kedudukan tenaga kerja lokal. Masuknya tenaga kerja dari luar daerah secara berlebihan akan menggeser tenaga kerja lokal. Hal ini akan menimbulkan konflik sosial yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
f)       Privatisasi obyek wisata yang berlebihan, khususnya wilayah pulau-pulau. Privatisasi obyek wisata yang berlebihan, khususnya wilayah pulau-pulau sangat mungkin terjadi sebagai akibat tingginya harga tanah sehingga masyarakat yang memiliki hak tanah termotifasi menjual kepada para investor. Selain itu kurangnya pengelolaan, kontrol dan pengawasan dari Pemerintah Daerah memungkinkan hal ini terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chord Gitar Lagu AVENGED SEVENFOLD - DEAR GOD ( Versi Indonesia) Intro C G Am Em F C G (2 kali) C G Am Em Jalan se...