![]() |
| It's my fucki'n brother Lhevos |
TUGAS RESUME
MK.ECOTOURISM
STRATEGI
PENGEMBANGAN PARIWISATA
DI
KABUPATEN MANGGARAI BARAT
FLORES
NUSA TENGGARA TIMUR
Oleh
KLEMENTINUS L. LOMES
NIM : 2014320027
PROGRAM
STUDI ARSIEKTUR LANSKAP
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
TRIBUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2017
PERKEMBANGAN
PARIWISATA MANGGARAI BARAT SAAT INI
A. Visi
dan Misi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2005-2010
Berdasarkan Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten
Manggarai Barat 2005-2010 sebagai berikut:
a) VISI:
Terwujudnya
rakyat Manggarai Barat yang sejahtera dengan pembangunan yang berkelanjutan
sesuai kebutuhan rakyat secara terpadu dan merakyat dengan berlandaskan hati
nurani dan keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani.
b) MISI:
1. Membangun
kualitas Sumber Daya Manusia baik jasmani maupun rohani Meningkatkan pendapatan
rakyat dan pendapatan asli daerah
2. Meningkatkan
produksi dan pasar rakyat
3. Membangun
Sarana dan Prasarana
4. Membangun
dengan berbasis masyarakat dan berwawasan lingkungan.
B. Strategi
Pengembangan Saat Ini
Strategi adalah suatu pedoman atau pegangan dalam
membuat suatu kebijakan atau tindakan dengan suatu sektor pembangunan yang
dibahas untuk tercapainya tujuan-tujuan yang diharapkan demi terciptanya
masyarakat adil dan makmur. Dalam konteks pemerintah daerah, strategi pengembangan
pariwisata dirumuskan dalam suatu Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA).
Sampai sekarang ini Manggarai Barat belum memiliki RIPDA sendiri. Pedoman atau
pegangan yang dipakai oleh Diparbud Manggarai Barat masih mengacu pada RIPDA
Kabupaten Manggarai Tahun 1999. Adapun kebijakan pengembangan pariwisata
Kabupaten Manggarai adalah:
a) Pembinaan
Sumber Daya Manusia yang bergerak disektor pariwisata
b) Pengembangan
objek-objek wisata alam dan budaya yang ada di desa-desa.
c) Membangun
fasilitas penginapan dan restoran atau rumah makan disekitar
objek-objek
wisata.
d) Mengembangkan
industri kerajinan di desa dalam rangka menunjang industri
kepariwisataan.
e) Meningkatkan
promosi dibidang kepariwisataan baik kualitas maupun
kuantitasnya.
C.
Industri Pariwisata Manggarai Barat.
Menurut Yoety (1982) diacu dalam Simanullang (2004),
perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam industri pariwisata adalah : travel
agent atau tour operator, perusahaan pengangkutan, akomodasi perhotelan,
bar dan restoran, travel agent local, souvenirshop,
Perusahaan-perusahaan yang akan berkaitan dengan aktivitas wisatawan seperti
tempat menjual dan mencetak film, kamera, kartu pos, penukaran uang, bank dan
lain-lain.
·
Travel agent atau
tour operator, yaitu perusahaan yang telah memberikan
informasi, melakukan reservasi, mengurus tiket serta dokumen lainnya yang
dibutuhkan wisatawan. Terdapat 33 travel agent yang menawarkan objek
wisata di Manggarai Barat. Travel agent ini pada umumnya beralamatkan di
Bali (Lampiran 12). Hal ini disebakan karena selain sebagai tujuan wisata utama
di Indonesia, Manggarai Barat mudah dijangkau melalui Bali.
·
Perusahaan pengangkutan berupa
angkutan darat, laut maupun udara yang akan membawa wisatawan kedaerah tujuan
wisata. Transportasi darat yang ada di Manggarai Barat berupa : Ojek (kendaraan
roda dua atau motor), angkutan kota, truk kayu, transport travel, bus umum dan
mobil sewaan. Untuk transportasi laut terdapat kapal Feri, kapal PELNI
penumpang, kapal lokal antar pulau dan kapal ekspedisi untuk kegiatan ekspedisi,
diving ataupun kegiatan menginap ditengah laut. Sedangkan transportasi udara,
wisatawan dapat menggunakan pesawat terbang seperti Indonesia Air Transport,
Merpati Nusantara Airlines dan Transnusa Air Service.
·
Akomodasi perhotelan, yaitu
tempat dimana wisatawan akan menginap untuk sementara waktu selama berada di
daerah tujuan wisata yang bersangkutan. Hotel atau penginapan merupakan rumah
sementara bagi para wisatawan yang sedang berkunjung. Keramahan, pelayanan yang
baik serta sanitasi hotel merupakan suatu hal yang penting. Manggarai Barat
memiliki beberapa hotel yang beragam dari yang berkelas internasional sampai
yang berkelas standart. Berdasarkan data dari Diparbud (2006) jumlah hotel di
Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 23 hotel dengan 1 hotel bintang 1, 14 hotel
atau homestay kelas Melati dan 8 penginapan (Lampiran 13). Hotel-hotel yang ada
terdapat di Kecamatan Komodo (Labuan Bajo) dan 1 hotel yang terdapat di
Kecamatan Lembor.
·
Bar dan restoran, yaitu
tempat dimana wisatawan dapat memesan makanan dan minuman yang sesuai dengan
seleranya. Terdapat enam Bar di Manggarai Barat. Enam bar ini terletak di
Labuan Bajo dan dekat dengan objek wisata sehingga wisatawan yang datang juga
dapat menikmati keindahan alam di sekitarnya. Untuk restoran, para wisatawan
dapat memilih empat belas restoran yang ada di Manggarai Barat. Namun
restoranrestoran yang ada tidak menyajikan menu lokal sehingga perlu menjadi
perhatian bersama pemerintah dan pengusaha restoran dalam mengemas menu lokal
sehinga dapat menjadi ciri yang diperkenalkan kepada wisatawan.
·
Travel agent local,
yaitu
perusahaan-perusahaan yang akan menyelenggarakan perjalan wisata serta
pertunjukan-pertunjukan wisata. Pengemasan wisata yang ditawarkan merupakan hal
penting dalam mempertahankan dan meningkatkan apresiasi wisatawan untuk
berkunjung. Terdapat tiga belas tarvel agent lokal yang bersedia melayani
permintaan wisatawan yang berkunjung dalam melakukan perjalanan wisatanya. Tiga
belas travel agent lokal betempat di Labuan Bajo sehingga mudah untuk diakses
oleh wisatawan.
·
Souvenirshop,
yaitu
tempat dimana wisatawan dapat berbelanja untuk membeli oleh-oleh dan
kenang-kenangan untuk dibawa pulang. Untuk souvenirshop keberadaannya
sangat terbatas karena hanya terdapat satu toko yang khusus menjual cendra
mata. Namun para wisatawan yang ingin berbelanja cendra mata dapat menemukan
hampir disetiap toko yang ada di Manggarai Barat. Kondisi ini memudahkan para
wisatawan dalam mendapatkan cendramata. Hanya saja dari sisi kenyamanan
berbelanja kurang nyaman karena konsumen yang datang tidak semua berbelanja
cendramata tatapi kebutuhan lain seperti pakaian rumah, bahan bangunan, makanan
dan lain-lain. Perusahaan-perusahaan lainnya seperti tempat menjual dan
mencetak film, kamera, kartu pos dan bank terdapat di Manggarai Barat. Untuk
tempat penukaran uang tidak terdapat di Manggarai Barat. Hal ini menjadi
kendala bagi wisatawan asing yang berkunjung sehingga perlu menjadi perhatian
bagi pemerintah dalam pengadaannya melihat semakin bertambahnya jumlah
wisatawan asing yang berkunjung.
D.
Unsur-Unsur Pariwisata di Manggarai
Barat
Selain
perusahan-perusahaan dalam industri pariwisata, unsur-unsur lainnya yang
terkandung dalam pariwisata terdiri dari : Politik pemerintahan, kesempatan
berbelanja, promosi, harga, pengangkutan, akomodasi, atraksi, jarak dan waktu
serta sifat ramah tamah (Pendit 2006).
·
Politik pemerintahan merupakan
sikap pemerintah terhadap kepariwisataan yang ada. Politik pemerintahan dapat
bersifat secara lansung, yaitu sikap pemerintah terhadap wisatawan yang datang
ke daerah wisata dan tak lansung yaitu kondisi kestabilan politik, ekonomi, dan
keamanan daerah bersangkutan. Sikap pemerintah kepada wisatawan sangat baik.
Hal ini dapat dilihat dari keterbukaan pemerintahan setempat dalam melayani para
tamu yang mau berkonsultasi atau menanyakan segala sesuatu tentang Manggarai
Barat. Mengenai kondisi keamanan, Manggarai Barat masih dalam kategori aman
karena belum ada kejadian atau kegiatan yang meresahkan masyarakat dan
wisatawan seperti : Bom, Demonstrasi, Swipping SARA, penipuan terhadap
wisatawan yang datang dan lain lain.
·
Promosi adalah
propaganda kepariwisataan dengan didasarkan atas rencana atau propaganda secara
teratur dan kontinu ke dalam negri maupun keluar negri. Kegiatan promosi belum
menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai
Barat. Kegiaan promosi dilakukan melalui agent-agent travel di Bali dan Labuan
Bajo serta media internet dengan Website www.floreskomodo.com.
·
Harga yaitu
nilai nominal barang-barang, sarana dan prasarana yang ada. Harga barang-barang
di Manggarai Barat relatif tinggi hal ini dikarenakan barangbarang yang
dikonsumsi sebagian besar diambil dari luar daerah seperti Surabaya, sedangkan
untuk harga pangan seperti beras, ikan dan sayur mayur relatif murah di
Manggarai Barat karena dihasilkan sendiri.
E.
Strategi Pengembangan Ke Depan
a)
Identifikasi
Lingkungan Internal Perusahaan.
Berdasarkan
hasil identifikasi faktor-faktor internal pariwisata Manggarai Barat diperoleh
kekuatan dan kelemahan sebagai berikut :
1)
Kekuatan (Strenght) :
a) Manggarai
Barat kaya akan budaya. Manggarai kaya akan budaya. Kekayaan akan budaya
merupakan potensi yang pelu dikembangkan dalam industri pariwisata Manggarai
Barat. Budaya-budaya itu seperti : peninggalan jaman prasejarah seperti fosil, Compang,
Kampung tua, sistim pemerintahan adat Manggarai (kedaluan), kesenian
dan keterampilan lokal, hikayat-hikayat, filosofi dan cara penggunaan lahan
untuk bertani yang dapat memberikan pemandangan yang indah berupa hamparan
sawah berbentuk jaring laba-laba.
b) Manggarai
Barat kaya akan keindahan alam lautnya. Manggarai Barat memiliki keindahan
pemandangan pantai dan keindahan alam bawah laut. Terdapat 19 Taman Laut yang
ada di Manggarai Barat (Diparbud 2007). Hal ini merupakan kekuatan untuk
mengembangkan wisata bahari.
c) Manggarai
Barat memiliki Taman Nasional Komodo. TNK terletak di Pulau Komodo dan Pulau
Rinca. Kedua pulau ini secara administratif termasuk wilayah Manggarai Barat.
Dengan adanya TNK, Pariwisata Manggarai Barat mempunyai kekuatan dalam menarik
para wisatawan untuk berkunjung ke Manggarai Barat.
d) Masyarakat
Manggarai adalah masyarakat yang ramah. Keramahan masyarakat Manggarai
ditunjukan dari sikap terhadap wisatawan yang datang. Selain itu dari aspek
historis, Manggarai Barat merupakan pencampuran dari beberapa etnis seperti etnis
Manggarai, etnis Cina, Etnis Makasar dan Etnis Bima. Hal ini menunjukan sikap keterbukaan
dan keramahan masyarakat Manggarai terhadap suku-suku dari luar Manggarai.
e) Dukungan
yang positif dari pemerintah setempat dan masyarakatnya. Dukungan pemerintah
dapat secara lansung dan tidak lansung. Secara lansung dapat ditunjukan dari
sikap proaktifnya dalam melakukan kerjasama dengan lembaga non pemerintah
seperti SWISSCONTACT untuk pembuatan Agenda, Draf, dan Atlas Sikap secara tidak
lansung dapat dilihat dari usaha pemerintah dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Dukungan masyarakat Manggarai Barat ditunjukan dari pembebasan tanah masyarakat
untuk pembuatan jalan tampa ganti rugi serta sikap kerjasama dan keramahan
terhadap wisatawan yang datang.
f) Lembaga
non-pemerintah yang pro aktif terhadap pembangunan pariwisata Manggarai Barat. Sikap
pro aktif ditunjukan dalam membantu pemerintah dalam upaya pengembangan konsep
pengembangan pariwisata Manggarai Barat dalam bentuk Atlas pariwisata,
pemberian beasiswa serta pendampingan kepada masyarakat.
g) Manggarai
Barat merupakan pintu masuk ke Pulau Flores dari Barat. Dengan adanya fasilitas
pelabuhan dan bandara udara menjadikan Manggarai Barat sebagai pintu masuk ke
Pulau Flores dari Barat. Fasilitas ini merupakan kekuatan pariwisata Manggarai
Barat dalam memudahkan para wisatawan yang mau berkunjung ke Manggarai Barat
serta dapat dijadikan media promosi bagi mereka yang hanya singgah di pelabuhan
atau bandara udara di Manggarai Barat.
h) Layanan
transportasi umum dalam kota cukup banyak tersedia, sehingga waktu tunggu
biasanya pendek serta lalu lintas belum macet. Ketersediaan layanan transportasi
membantu dalam mengurangi waktu tempuh para wisatawan ke objek wisata yang
dituju.
i)
Kondisi Kabupaten Manggarai Barat
relatif aman bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata. Kondisi yang
aman menjadikan wisatawan akan lebih nyaman melakukan kegiatan wisatanya. Hal
ini merupakan kekuatan karena wisatawan lebih menyukai tempat yang meurutnya
aman untuk melakukan suau perjalanan.
j)
Keberadaan lembaga adat dan agama yang
masih diakui oleh masyarakat setempat khususnya di desa-desa. Lembaga adat dan
agama di masyarakat merupakan lembaga yang mempunyai andil dalam membentuk dan
menguntrol tatakrama masyarakatnya serta mengatur penggunaan lahan adat. Selin
itu, lembaga ini juga mempunyai andil dalam melestarikan budaya Manggarai.
2) Kelemahan
(Weakness) :
a)
Belum dikembangkannya potensi yang ada
di pedalaman. Belum berkembangnya potensi wisata di pedalaman mengakibatkan Manggarai
Barat tidak memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke pedalaman.
Hal ini disebabkan karena kurangnya promosi dan pengelolaan paket-peket wisata
yang menarik bagi wisatawan.
b)
Keterbatasan dalam akomodasi terutama di
wilayah pedesaan. Ketersediaan akomodasi seperti hotel dan restoran sangat
terbatas di daerah pedalaman. Terdapat 1 hotel yang teletak di Kecamatan
Lembor.
c)
Belum tersedianya money changer. Money
chager merupakan tempat penukan uang asing dengan uang rupiah. Ketidaktersediaannya
money changer merupakan hambatan bagi para wisman yang ingin melakukan
transaksi ekonomi di Kabupaen Manggarai Barat.
d)
Akses internet masih lemah. Teknologi
internet sangat dibutuhkan oleh para wisatawan untuk melakukan transaksi,
pencarian informasi dan lain-lain. Fasilitas ini sangat dibutuhkan oleh para
wisman dari negara Jepang, Amerika, Jerman dan Rusia yang merupakan pengguna
teknologi tertinggi serta penyumbang wisatawan dunia terbesar.
e)
Tidak memiliki museum sehingga aset-aset
budaya, aset peninggalan sejarah, sastra budaya serta kazanah seni tradisional
dikawatirkan mulai melemah.
f)
Tidak adanya kantor keimigrasian
sehingga sistim kontrol terhadap wisatawan asing kurang.
g)
Fasilitas kesehatan yang minim seperti
Rumah Sakit Umum. Sakit merupakan kondisi fisik yang sangat sulit untuk diduga.
Maka dari itu, fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum merupakan fasilitas
kesehatan yang sangat dibutuhkan bagi para wisatawan yang sedang melakukan
perjalanan di Manggarai Barat.
h)
Tingkat pendidikan dan ketrampilan
penduduk masih rendah, sehingga belum mampu mengolah semua potensi yang ada di
Kabupaten Manggarai Barat.
i)
Kualitas SDM di Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat tidak memiliki ketrampilan atau
pengetahuan tentang kepariwisataan. Keadaan ini menjadikan kurang kreatifnya
dalam membuat konsep wisata serta penciptaan paket-paket wisata yang menarik.
j)
Belum ada jenjang Perguruan Tinggi
(setingkat akademi) yang bergerak di pendidikan pertanian, perikanan dan
pariwisata yang berkualitas serta tidak adanya lembaga atau organisasi
mahasiswa ekstra kampus. Selain sebagai lembaga pendidikan, Perguruan tinggi
dan lembaga ekstra kampus merupakan lembaga kontrol terhadap kebijakan
pemerintah. Peran ini sangat penting sebagai pengawal dan pembanding atas
pembangunan yang diadakan untuk kesejahteraan masyarakatnya.
b) Identifikasi Lingkungan Eksternal
Perusahaan
1. Peluang(Oppurtunity)
:
a)
Adanya trend/keinginan wisatawan
terhadap kegiatan wisata alam yakni menikmati produk atau kreasi budaya (culture)
dan peninggalan sejarah (heritage) serta nature atau eko-wisata dari
suatu daerah atau negara.
b)
Dukungan yang positif dari Pemerintah
Pusat. Penentuan Provinsi NTT sebagai Destinasi Unggulan Tahun 2007 memberikan
peluang bagi daerah-daerah di NTT termasuk Manggarai Barat. Pentuan ini memberi
kesempatan bagi daerah-daerah di NTT untuk menunjukan kekayaan alam dan
budayanya kepada dunia Internasional.
c)
Akan dibangunnya pelabuhan khusus kapal
pesiar di Teluk Kupang. Pelabuhan khusus kapal pesiar dapat mendorong kunjungan
wisatawan ke NTT. Hal ini menjadi peluang bagi Manggarai Barat yang kaya akan kekayaan
alam laut dan TNK.
d)
Adanya kepedulian lembaga-lembaga asing
terhadap perkembangan Manggarai Barat. Dengan adanya kepedulian ini menjadikan
Manggarai Barat dapat memiliki bantuan secara materil maupun non materil untuk kemajuan
pembangunan pariwisatanya.
e)
Kebijakan Perundang-undangan yang
mendukung.
f)
Meningkatnya jumlah wisatawan dimasa
yang akan datang. Tren pariwisata tahun 2020, perjalanan wisata dunia akan
mencapai 1,6 milyar orang, diantaranya 438 juta orang akan berkunjung ke
kawasan Asia-Pasifik. Melihat jumlah wisatawan yang demikian besar, maka Indonesia
perlu merebut pangsa pasar wisata tersebut dengan menawarkan segala daya
tariknya untuk mendatangkan wisatawan. Kondisi ini memberikan gambaran akan
tumbuhnya industri Pariwisata ke depan sekaligus memberikan peluang dan harapan
bagi daerah-daerah yang lagi merintis industri pariwisatanya termasuk Manggarai
Barat.
g)
Travel-travel agent di Bali konsisten
menawarkan produk wisata yang ada di Manggarai Barat. Kondisi ini memberikan
peluang bagi pariwisata Manggarai Barat dalam memberikan tawaran objek wisata lainnya
serta dapat melakukan feed back terhadap pariwisatanya.
h)
Ketertarikan Investor dalam menanamkan
investasi di Kabupaten Manggarai Barat. Investor adalah orang yang menanamkan
investai untuk tujuan bisnis. Bisnis membuat pertumbuhan dibidang ekonomi dan
prasarana sehingga dapat meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang
datang.
2. Ancaman
(Threat) :
a)
Penguasaan tanah oleh investor dari luar
Manggarai Barat secara besarbesaran. Penguasaan tanah oleh investor secara
besar-besaran merupakan ancaman yang harus dihindari karena dapat menyebabkan
konflik sosial serta pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian
lingkungan
b)
Pengembangan berupa pembangunan fisik
yang dapat merusak keindahan alam dan kelestarian alam. Pengembangan dalam
bentuk pembangunan fisik berdampak lansung kepada lingkungan. Dampak ini berupa
pembukaan lahan untuk pembangunan yang dapat merusak lingkungan serta sisa-sisa
dari pembangunan yang jika tidak dibuang secara benar akan menyebabkan kerusakan
tanah dan lingkungan.
c)
Potensi pariwisata Kabupaten Manggarai
Barat dijual oleh asosiasi dari lain provinsi (misalnya Provinsi Bali dan NTB).
Kondisi ini merupakan ancaman yang menyebabkan Manggarai Barat kurang mendapat
manfaat dari potensi wisatanya sendiri. Selain itu, memungkinkan terjadinya claim
atas objek wisata oleh provinsi lain.
d)
Masuknya budaya-budaya negatif yang
mempengaruhi masyarakat sekitar seperti seks bebas, narkoba, mengemis dan
lain-lain. Salah satu dampak dari pariwisata adalah pengaruh budaya yang dibawa
oleh para wisatawan. Namun yang menjadi ancaman adalah pengaruh budaya negatif
seperti sex bebas, narkoba dan lain-lain.
e)
Masuknya tenaga-tenaga terampil dari
luar wilayah akan menggeser kedudukan tenaga kerja lokal. Masuknya tenaga kerja
dari luar daerah secara berlebihan akan menggeser tenaga kerja lokal. Hal ini
akan menimbulkan konflik sosial yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
f)
Privatisasi obyek wisata yang
berlebihan, khususnya wilayah pulau-pulau. Privatisasi obyek wisata yang
berlebihan, khususnya wilayah pulau-pulau sangat mungkin terjadi sebagai akibat
tingginya harga tanah sehingga masyarakat yang memiliki hak tanah termotifasi
menjual kepada para investor. Selain itu kurangnya pengelolaan, kontrol dan
pengawasan dari Pemerintah Daerah memungkinkan hal ini terjadi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar